Skip to content

Kekeliruan mengenai fakultas psikologi

Written by

Getelon

Hai bagi banyak mahasiswa dari jurusan Psikologi. Pastinya banyak sekali yang menentukan jurusan Psikologi. Karena menurut saya, ilmu yang dipelajari di Psikologi terlampau menarik dan sangat terjalin dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Selain itu, ilmu Psikologi itu terhitung menambahkan pelajaran berkenaan Kekeliruan mengenai fakultas psikologi dan mengapa seseorang sedang melaksanakan apa yang mereka jalankan. Dan ini terlampau menarik bagiku untuk menaikkan empati terhadap tindakan yang dilaksanakan oleh orang lain di banyak aspek kehidupanku.

Berbagai kekeliruan mengenai fakultas psikologi

Mungkin banyak sekali dari kalian kerap berpikir kalo mahasiswa Psikologi ataupun yang telah menjadi lulusan Psikologi adalah orang-orang yang bisa membaca asumsi orang lain. Jadi lumrah saja kalau orang yang studi Psikologi itu bisa memahami bahwa seseorang sedang sedih, senang, khawatir, bohong, atau apapun.

Ternyata semua asumsi itu adalah asumsi yang terlampau terlampau tidak benar. Mahasiswa Psikologi atau Psikolog tidaklah terlebih dulu mempelajari cara membaca asumsi manusia di sekolah atau bahkan di kampusnya. Pelajaran yang mereka dapatkan adalah bagaimana cara menganalisa perilaku dan kepribadian tiap-tiap manusia dan bukanlah mengenai pikirannya. Karena ilmu yang mempelajari bagaimana cara membaca asumsi manusia saya rasa itu bukan ilmu Psikologi oleh karena psikologi menarik kesimpulan dari berbagai bidang dalam aspek kehidupan manusia.

Mahasiswa Psikologi atau Psikolog tidak bisa membaca asumsi manusia, karena asumsi itu tersedia di dalam otak dan kita ga bakal bisa membaca ataupun menganalisanya apabila tidak menyaksikan cara kerja dan sistem otaknya. Jadi, saya mau mengatakan kekeliruan kalian berkenaan ilmu Psikologi yang mempelajari berkenaan bagaimana membaca asumsi manusia bisa dibuang jauh-jauh dan jangan terpikirkan lagi.

Selain soal membaca pikiran, saya yakin tetap tersedia beraneka ragam persepsi yang tidak benar berkenaan ilmu Psikologi. Contoh persepsi kedua yang tidak benar yang hampir tiap-tiap hari saya temukan adalah banyak orang yang kerap menjelaskan bahwa ilmu Psikologi adalah ilmu yang hanya mempelajari berkenaan sisi buruk atau sisi negatif di dalam diri manusia.

Sebenarnya Itu hanyalah persepsi yang sangatlah keliru dan tidak bisa disimpulkan. Jangan dulu kalian berpikir bahwa ilmu Psikologi hanya punya tujuan untuk menganalisa kekurangan manusia dan tidak menyaksikan berlebihan apa-pun di dalam diri manusia lebih-lebih sampai mencari-cari kekeliruan dari dalam diri manusia itu sendiri. Karena Itu sama sekali bukan ilmu Psikologi yang sebenarnya.

Ilmu Psikologi yang sesungguhnya adalah pengetahuan yang mempelajari baik kekurangan dan juga kelebihan dalam diri manusia. Psikologi menopang melakukan perbaikan kekurangan manusia. Akan tetapi Psikologi juga menopang meningkatkan kelebihan atau potensi dalam diri manusia, seperti contohnya adalah mata kuliah Psikologi Positif. Jadi, pengetahuan Psikologi tidak selalu membahas tentang kekurangan manusia.

Next article

Universitas jurusan psikologi terbaik

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *